NUANSA SUKABUMI – Muhibah Ramadan 2026 yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadi momentum strategis konsolidasi pembangunan daerah. Dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah kecamatan, Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas memaparkan capaian tahun pertama kepemimpinan sekaligus mempresentasikan agenda prioritas menuju visi Sukabumi Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah).
BacaJuga Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi Pimpin Kegiatan Keagamaan Ramadhan 1447 H
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, menyatakan komitmen lembaganya untuk mengawal kebijakan strategis pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi antara legislatif dan eksekutif merupakan fondasi utama dalam mempercepat pembangunan di kabupaten terluas di Jawa Barat itu.
“DPRD siap mendukung dan mengawasi program prioritas, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan hunian tetap. Semua itu harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Dalam agenda yang digelar di Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida), Masjid Jami Al-Muhajirin, serta Masjid Jami Baiturrahmah, bupati menyampaikan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Sukabumi berdasarkan data BPS 2025 turun menjadi 6,41 persen. Penurunan tersebut didukung program yang lebih tepat sasaran, termasuk pembangunan lebih dari 780 unit rumah tidak layak huni melalui Program Sakinah (rumah sehat, laik, nyaman, aman, dan berkah).
Budi Azhar menilai persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara kolaboratif. DPRD, katanya, akan memastikan proses penganggaran berjalan transparan, efektif, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Baca Juga DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Peresmian Reaktor Biogas dan Solar Dryer House di Simpenan
Selain program sosial, penguatan kualitas SDM juga menjadi fokus utama. Ratusan pelajar asal Sukabumi telah memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk di Universitas Nusa Putra. Program tersebut diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Pendidikan menjadi kunci memutus rantai kemiskinan struktural. Ketika kualitas SDM meningkat, pertumbuhan ekonomi daerah pun akan terdorong,” katanya.
Di sektor kebencanaan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan ratusan hunian tetap bagi penyintas bencana di Palabuhanratu dan Gegerbitung. Mengingat Sukabumi merupakan wilayah rawan bencana, pembangunan huntap dinilai harus terintegrasi dengan tata ruang, penguatan ekonomi lokal, dan sistem mitigasi risiko.
Budi Azhar menegaskan, pembangunan tidak boleh bersifat reaktif semata, tetapi harus dirancang berkelanjutan agar daerah semakin tangguh secara sosial dan ekonomi.
Muhibah Ramadan 2026 yang direncanakan berlangsung di 10 titik ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Beragam kegiatan sosial turut digelar, seperti bazar sembako murah, penyaluran bantuan, hingga hadiah umrah.
Baca Juga Reses DPRD Berbuah Hasil, Pembangunan Jembatan Cibodas Direalisasikan Melalui APBD 2026
Menurut Budi, pola komunikasi terbuka melalui muhibah menjadi contoh kepemimpinan partisipatif yang mempertemukan ulama, umaro, dan masyarakat dalam satu forum pembangunan.
Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika nasional, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat stabilitas sosial, mempercepat reformasi birokrasi, serta mendorong investasi berbasis potensi lokal.
“Kita ingin Sukabumi berdaya saing, berkontribusi bagi pembangunan nasional, dan tetap berlandaskan nilai kebersamaan. Sinergi dan kerja nyata adalah kunci menuju Sukabumi Mubarakah,” pungkasnya.






