NUANSA SUKABUMI – Anjloknya harga singkong di tingkat petani menjadi perhatian serius dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang berlangsung di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026).
Dalam agenda tersebut, Iwan mendengar langsung keluhan para petani yang terdampak rendahnya harga jual hasil panen.
Sebagai Anggota DPRD dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Iwan Ridwan memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dihadapi di lapangan. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, dan perwakilan warga setempat.
Pada kesempatan itu, Iwan juga memaparkan secara singkat tugas dan fungsi dirinya sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, yang mencakup fungsi penganggaran, pembentukan peraturan daerah, serta pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan warga adalah rendahnya harga singkong di tingkat tengkulak yang hanya berkisar Rp500 per kilogram. Nilai tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus ditanggung petani.
Iwan menyampaikan bahwa dengan harga tersebut, petani tidak hanya mengalami kerugian, tetapi juga kesulitan menutup biaya panen. Kondisi ini menyebabkan sebagian petani memilih membiarkan singkong tetap di lahan tanpa dipanen.
Menurutnya, persoalan ini bukan hanya terjadi di Cikidang, melainkan mencerminkan permasalahan struktural sektor pertanian yang juga dialami di berbagai daerah. Ia menegaskan aspirasi tersebut akan dibawa ke forum DPRD untuk dibahas lebih lanjut.
Sebagai langkah jangka menengah, Iwan mendorong penguatan ekonomi melalui pengolahan hasil pertanian. Ia menilai singkong memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk makanan olahan yang memiliki nilai tambah dan daya jual lebih tinggi melalui program pembinaan usaha kecil dan mikro (UKM).
Selain masalah harga, masyarakat juga mengeluhkan kondisi jalan usaha tani yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan selama bertahun-tahun. Infrastruktur yang tidak memadai dinilai menghambat distribusi hasil panen dan meningkatkan biaya operasional petani.
Iwan menyatakan akan mengusulkan perbaikan jalan usaha tani tersebut kepada dinas terkait agar dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan reses ini, Iwan menilai persoalan yang dihadapi petani singkong di Cikidang menjadi gambaran tantangan besar sektor pertanian nasional. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan petani merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan dan masa depan bangsa.






