NUANSA SUKABUMI – Inovasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kembali lahir dari Desa Mekarasih dengan memanfaatkan potensi buah lokal sawo menjadi produk keripik sawo berkemasan kekinian yang menyasar pasar generasi muda.
Terobosan ini bukan hanya menghadirkan kemasan yang menarik dan modern, tetapi juga mencerminkan semangat juang generasi Z desa dalam mengolah hasil alam menjadi produk bernilai tambah. Sawo yang selama ini dikenal sebagai buah matang bercita rasa manis, kini diolah menjadi camilan renyah dengan daya saing pasar yang lebih luas.
BACA JUGA Potensi Peternakan Desa Mekarasih Dinilai Mampu Dongkrak Kesejahteraan Warga
Inovasi tersebut digagas oleh Ali Sadikin, pemuda asal Kedusunan 1 Desa Mekarasih. Meski di wilayahnya jumlah pohon sawo tidak terlalu banyak dan hanya dimiliki sebagian warga, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Ali mengembangkan ide pembuatan keripik sawo melalui pembelajaran mandiri dengan mencari referensi dari berbagai sumber di internet. Setelah melalui proses uji coba, ia berhasil memproduksi keripik sawo sebagai produk UMKM yang kini mulai dipasarkan ke berbagai daerah hingga perkotaan.
Selain mengolah menjadi keripik, Ali juga telah lebih dulu memasarkan buah sawo segar secara daring. Sistem pengiriman dilakukan saat buah masih setengah matang, sehingga ketika sampai ke tangan konsumen, sawo sudah matang sempurna dengan rasa manis khas sawo pedesaan.
Secara wilayah, sentra pohon sawo di Kabupaten Sukabumi lebih banyak ditemukan di Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Namun, langkah yang dilakukan pemuda Desa Mekarasih ini menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah tanaman bukan penghalang untuk menggali potensi desa.
Kehadiran UMKM keripik sawo ini menjadi contoh bagaimana inovasi dan kreativitas anak muda mampu mengangkat potensi lokal menjadi peluang ekonomi baru. Jika dikembangkan secara berkelanjutan dan didukung berbagai pihak, bukan tidak mungkin Desa Mekarasih dapat dikenal sebagai salah satu desa inovatif berbasis produk olahan buah lokal di Kabupaten Sukabumi.






