NUANSA SUKABUMI — Sebuah video berjudul “WAHYU SEBELUM JADI KADES MENGAKU BERISTRI DUA” yang diunggah di kanal Kang Dedi Mulyadi Channel menjadi perbincangan publik setelah memperlihatkan pengakuan mengejutkan dari seorang bakal calon kepala desa (kades) bernama Wahyu sebelum resmi terpilih.
Dalam rekaman tersebut, Wahyu mengaku pernah beristri dua pada masa lalu sebelum menjadi calon kades, yang kemudian memicu respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut cuplikan video yang beredar, pengakuan Wahyu ini diungkapkan ketika sejumlah warga dan tim relawan mendiskusikan latar belakang serta komitmennya jika kelak menjabat sebagai kepala desa. Pernyataan soal memiliki dua istri tersebut disebut sebagian warga sebagai bahan pertimbangan moral dan etika kepemimpinan lokal.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi yang juga hadir dalam konten video memberi pesan tegas soal transparansi dan profesionalitas dalam pemerintahan desa. Ia menekankan bahwa figur pemimpin desa harus menjadi teladan dalam integritas dan akhlak, serta siap mempertanggungjawabkan segala catatan masa lalu secara terbuka kepada masyarakat.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menginstruksikan audit penggunaan dana desa di wilayah setempat, dengan tujuan mendorong pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Instruksi tersebut dianggap sebagai respons untuk memperkuat rasa kepercayaan warga terhadap calon kepala desa yang bersangkutan.
Video yang berdurasi panjang dan mengulas latar belakang beberapa calon kepala desa itu kini telah menarik ribuan penonton dan komentar dari netizen, banyak di antaranya menilai pentingnya keterbukaan informasi pribadi serta akuntabilitas pejabat publik desa di era digital saat ini.






